MENGAPA kita jarang bersyukur dan lebih banyak mengeluh?
---------------
Rezeki tidak selalu datang dalam bentuk uang. Kita punya keluarga yang sehat dan akur, waktu luang, bisa bermain dengan hobi, masih bisa melakukan hal sesuai passion, hubungan yang direstui, kesehatan, pekerjaan yang halal dan berkah, atau jutaan hal lain yang wajib kita syukuri.
Simpel, contoh konkritnya, kita bernafas ini mebutuhkan oksigen, dihitung coba berapa oksigen yg kita butuhkan setiap harinya? Jika oksigen itu beruba tabung oksigen yg ada di rumah sakit, coba bandingkan dengan harga tabung oksigen, butuh berapa tabung kita sehari? Apakah ini juga wajib kita syukuri? :)
Saat pulang ke rumah dalam keadaan selamat dan tetap utuh sebenarnya ada karunia besar yang telah diberikan Allah kepada kita, walaupun saat itu kita tidak sedang memperoleh penghasilan.
Mari berpikir sejenak. Andai dalam perjalanan berangkat atau pulang, kita mengalami kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit. Kalau kita yang ditabrak dan si penabrak mau bertanggung jawab, tetap saja kita harus menderita di rumah sakit. Kita harus kehilangan waktu berhari-hari.
Lalu, bagaimana jika kita yang menabrak? Meski tidak kehilangan hari-hari, kita harus menanggung korban dari tanggungan moril sampai materi. Akan semakin berat lagi beban jika ternyata yang kita tabrak mengalami cacat, bahkan meninggal.
Nahhh itu semua kalo dituker dengan uang harganya berapa? Lebih dari beratus-ratus juta, bahkan mungkin Milyaran. Apakah kita masih berkata, "saya miskin, saya tidak punya apa-apa, saya tidak beruntung, saya ini terhina, saya ini bla bla blaa... (Dengan berbagai banyakk alasan)" ??? Cermati dan hayati permisalan tadi.
Semua rangkaian cerita itu hanya bermula dari sesuatu yang mungkin kita tak pernah syukuri. Yaa BERSYUKUR itu nikmat yang utama.
Sudah terbukti jika rizqi tak selalu berbentuk uang. Kesehatan dan keselamatan adalah warna lain dari rizqi.
Wallahualam, salam.. selamat beraktifitas.. ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar